Selasa, 09 Oktober 2012

METHODOLOGI BERMUNAJAT

METHODOLOGI BERMUNAJAT

Penulis
" Moh. Bakri Amu "
Rasulullah SAW, teladan paling paripurna ketika hendak menuju Allah SWT.  dalam Ista’ dan Mi’raj NYA Rasulullah SAW. Senantiasa dibimbing oleh malaikat Jibril As. Fungsi Jibril As, disini identik dengan MURSYID dimata kaum Sufi, hal yang sama ketika Nabiyullah Musa As, yang merasa sampai kepadaNYA, ternyata harus diuji melalui bimbingan Ruhani seorang Nabi Khidir As. Hubungan Musa dan Khidir adalah hubungan spiritual antara Murid dan Syeikh (Waliya Mursyida). Dalam soal-soal rasional (Fikih), Musa As. sangat hebat, tetapi beliau tak sehebat Khidir As. dalam soal batinnya.
Eksistensi dan fungsi Mursyid banyak ditolak oleh sebagaian ulama yang anti Tasawuf atau mereka yang memahami Tasawuf dengan cara-cara individual. Lalu mereka merasa mampu menembus jalan Ruhani yang penuh dengan rahasia menurut metode dan cara mereka sendiri, bahkan dengan mengandalkan pengetahuan yang selama ini mereka dapatkan dari ajaran Al-quran dan Sunnah.
Namun karena pemahaman terhadap kedua sumber ajaran tersebut terbatas, mereka mengklaim bahwa dunia Tasawuf bisa ditempuh tanpa bimbingan seorang Mursyid, pandangan demikian hanya layak secara teoritis belaka. Tetapi dalam praktek Thareqat Sufi hampir bisa dipastikan bahwa mereka hanya meraih KEGAGALAN spiritual, bukti-bukti historis kegagalan spiritual tersebut telah dibuktikan oleh para Ulama itu sendiri yang mencoba menempuh jalan Sufi tanpa menggunakan Bimbingan Mursyid.
Belajar Syariat saja jika tanpa seorang Guru bisa salah, apalagi belajar Hakikat. Karena itu suatu kesombongan besar manakala seseorang mengatakan, Hakikat Mursyid itu adalah dirinya sendiri. Firman Allah SWT :
Barang siapa mendapatkan kesesatan, maka ia tidak akan menemukan (dalam hidupnya) seorang Wali yang Mursyid ” (Al-quran)
Ayat tersebut memberikan kesaksian bahwa seorang dengan kehebatan ilmu agamanya tidak akan mampu menempuh jalan Sufi, kecuali atas bimbingan seorang Syeikh yang Mursyid.
Sebab dunia pengetahuan agama, seluas apapun hanyalah Dunia Ilmu saja, padahal semua Hakikatnya itu harus lahir dari AMALIYAH. Karena yang diserap ilmu adalah produk dari Amaliyah seorang Ulama yang telah dibukakan jalan Ma’rifat itu sendiri. Jalan Ma’rifat itu tidak bisa begitu saja ditempuh dengan mengandalkan pengetahuan akal Rasional, kecuali hanya akan meraih ilmu Yaqin belaka, sebelum sampai pada tahap Haqqul Yakin, alhasil mereka yang merasa sudah sampai kepada Allah SWT (Washul) tanpa bimbingan seorang Syeikh yang Mursyid, WashulNya bisa dikategorikan sebagai washul yang penuh dengan tipu daya.
Sebab dalam alam METAFISIKA sufisme, mereka yang menempuh jaln Sufi tanpa bimbingan Ruhani seorang Syeikh yang Mursyid tidak akan mampu membedakan mana Hawathif-hawathif yang datang dari Allah SWT, dari malaikat atau dari Syetan dan bahkan dari Jin.
Oleh sebab itu ada Kalam dari ulama Sufi yang sangat terkenal :
Barang siapa menempuh jalan Allah tanpa disertai seorang Guru (Waliyah Mursyida) maka gurunya adalah Syetan
Carilah seorang Guru yang Mursyid untuk menjadi pembimbingmu, dan janganlah kamu berguru pada seorang yang tidak membangkitkan dirimu untuk menuju kepada Allah dan tidak pula menunjukan wacananya kepadamu, jalan menuju Allah SWT.
  • Gurumu bukanlah orang yang anda mendengarkan darinya, tetapi Gurumu anda yang meraih Cahaya dariNYA
  • Gurumu bukanlah orang yang mengajak anda ke pintuNYA, tetapi Gurumulah orang yang menyingkap hijab antara diri mu dan diri NYA.
  • Gurumu bukanlah orang yang menghadapkan wacananya pada anda, tetapi gurumu adalah yang menggerakan isyarat Ruhani kepada anda.
  • Gurumu-lah yang mengeluarkan dirimu dari penjara hawa nafsumu dan memasukan dirimu kedalam keharibaanNYA
  • Gurumu-lah yang senantiasa menggosok cermin hatimu hingga cemerlanglah cahaya Tuhan mu, dialah yang membangkitkan dirimu hingga dirimu bangkit kepadaNYA.

3 komentar:

  1. Setau saya gambar yg disamping itu gambar YMM, kok sdh diganti. maksudnya yg gambar sekarang ini apa?

    BalasHapus
  2. Asalamualaikum pak kyai...salam kenalsaya rizal dari padàng alhamdulillah saya sangat senang menemukan halaman ini....

    BalasHapus
  3. Maaf...saya baru belajar hp dan belajar tobat pak kyai...mohon doa nya.....

    BalasHapus